Headlines News :

Latest Post

Sabtu, 13 April 2013

Aktivitas Sederhana Yang Mengurangi Resiko Diabetes


Terapi lintah buat daibetes

Penyakit Diabetes diderita oleh banyak orang di seluruh dunia. Jumlahnyapun terus bertambah. Gaya hidup masyarakat pada masa kini menyebabkan pengidap penyakit diabetes bertambah terus dan akan mencapai 550 juta jiwa pada tahun 2030 nanti.

Diabetes bisa disebabkan oleh faktor keturunan, maupun gaya hidup yang tidak sehat, yaitu mengkonsumsi bula yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, stress juga dapat menyebabkan diabetes.
Akibat dari gaya hidup ini, sel pancreas yang seharusnya memproduksi insulin untuk mengatur kadar gula dalam darah, menjadi rusak. Akibatnya kadar gula dalam darah menjadi tinggi.
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Washington dan Pittsburgh menemukan bahwa diabetes dapat diturukan resikonya tanpa harus mengkonsumsi obat atau berdiet terlalu ketat. Dalam penelitaian ini ditemukan bahwa aktivitas fisik sangat efektif untuk melawan resiko diabetes.
Dikutip dari Reuters, hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Diabetes Care : “Aktivitas fisik sederhana berhubungan dengan tingkat resiko diabetes lebih rendah.”
Contoh dari aktivitas fisik yang paling sederhana adalah jalan kaki. Jika anda melakukan jalan kaki setiap hari, maka hal ini akan cukup mengurangi resiko diabetes dibanding mereka yang tidak pernah melakukannya.
Tingkat penurunan resiko yang terjadi bisa sampai 26%. Dengan jalan kaki sebanyak 5400 langkah sampai 7800 langkah. Bila anda ingin memulai aktivitas berjalan kaki ini, disarankan untuk berjalan santai selama 15 menit per hari. Bila telah terbiasa sampai 30-45 menit per hari, akan lebih menurunkan resiko dengan lebih signifikan.
Selain mengurangi resiko diabetes dengan beraktivitas fisik, mengkonsumsi sari buah-buahan yang mengangung iridoid dapat membantu memperbaiki sel pankreas yang rusak.

Cara Mengurangi Resiko Stroke Pada Wanita


Mencegah terjadinya serangan stroke jauh lebih baik daripada mengobati. Sebenarnya, untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari terkena serangan stroke cukup mudah, asalkan dilakukan dengan konsisten. Jalan kaki secara rutin telah ditemukan sebagai cara yang ampuh untuk mengurangi resiko stroke. Inilah yang telah ditemukan dalam sebuah penelitian terbaru di Spanyol oleh Jose Maria Huerta, dari Murcia Regional Authority, Spanyol.
Wanita yang rutin berjalan kaki dengan porsi minimal tiga jam dalam satu minggu, akan kecil kemungkinannya untuk terkena serangan stroke dibanding mereka yang tidak melakukannya. Melalui Reuters Health, Jose Maria Huerta juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar melakukan aktivitas olahraga santai secara rutin.
Dalam studi yang sebelumnya, juga telah dibuktikan pentingnya aktivitas fisik untuk mencegah stroke. Bila timbunan plak menyumbat pembuluh darah arteri pada otak maka bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah itu. Inilah yang dinamakan stroke. Dengan melakukan jalan cepat selama kurang lebih 210 menit (tiga setengah jam) per minggu, maka wanita dapat menurukan resiko terkena stroke.
Penelitian Huerta melibatkan sekitar 33.000 partisipan pria dan wanita. Dengan cara menjawab kuesioner mengenai aktivitas fisik yang telah dilakukan dalam kurun waktu 20 tahun, ini merupakan sebuah studi besar yang dilakukan sehubugan dengan kesehatan. Dalam studi ini Huerta dan tim penelitinya membagi partisipan berdasarkan jenis kelamin, jenis aktivitas fisik yang dilakukan, dan lama waktu yang dihabiskan dalam satu minggunya. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal “Stroke”.
Dari hasil penelitian, terlihat bahwa terjadi penurunan yang sangat signifikan atas resiko terkena serangan stroke pada wanita yang sering berjalan kaki, dibanding dengan kelompok yang tidak aktif. Menurut data, wanita yang sering berjalan kaki dapat menurunkan resiko terkena stroke sebanyak 43%. Namun anehnya, hal ini tidak terjadi pada pria.
“Kami tidak memiliki penjelasan untuk hal ini.” Demikian yang diungkapkan Huerta dalam laporannya.
Wanita yang suka berjalan cepat, memiliki resiko lebih rendah 37% daripada mereka yang jarang berjalan. Sangat disarankan bagi wanita untuk melakukan aktivitas jalan kaki setidaknya dua jam dalam satu minggu. Dengan demikian resiko stroke dapat ditekan sebanyak 30%.
Menurut Dr. Wilson Cueva dari Universitas Chicago, Illinois di Amerika Serikat, tidak ada cara yang pasti untuk menentukan berapa banyak porsi latihan yang harus dilakukan untuk mengurangi resiko stroke, namun studi tentang pegurangan resiko stroke pada wanita juga telah dibuktikan dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health di Amerika Serikat.
Jalan kaki secara rutin dan konsisten dapat mengurangi resiko terkena stroke secara signifikan. Menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari stroke

Rabu, 10 April 2013

Takdir 1



Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Waktu yang telah ditentukan semakin mendekat. Waktu yang tertinggal sangat terbatas; beberapa tahun, bulan, atau bahkan mungkin hari. Kisah klasik tentang manusia, tanpa kecuali, berakhir di sini dengan sebuah pemakaman, yang dihadiri anggota keluarga, teman dekat, dan sanak saudara. Nyatanya, tidak ada seorang pun yang bebas dari akhir ini.
waktu yang dihabiskan seorang manusia di dunia ini pendek bagaikan “kejapan mata”. Namun, apa pun yang dimiliki seorang manusia dalam kehidupan, ia tidak akan mencapai kepuasan sejati kecuali ia beriman kepada Allah dan menyibukkan diri dengan selalu mengingat-Nya.
Setiap manusia, hampir tanpa kecuali, menghargai wajah yang cantik. Rumah besar yang mewah, perabotan berlapis emas dan mobil mewah bagi sebagian manusia adalah harta benda yang paling dipuja. Manusia menginginkan banyak hal dalam hidupnya, namun kecantikan dari apa pun yang kita miliki ditakdirkan lenyap pada waktunya.

Senin, 25 Maret 2013

About Massage



massage therapy
Massage is the manipulation of superficial and deeper layers of muscle and connective tissue to enhance function, aid in the healing process, and promote relaxation and well-being. It involves acting on and manipulating the body with pressure – structured, unstructured, stationary, or moving – tension, motion, or vibration, done manually or with mechanical aids. Target tissues may include muscles, tendons, ligaments, fascia, skin, joints, or other connective tissue, as well as lymphatic vessels, or organs of the gastrointestinal system. Massage can be applied with the hands, fingers, elbows, knees, forearm, and feet. There are over eighty different recognized massage modalities. The most cited reasons for introducing massage as therapy have been client demand and perceived clinical effectiveness.

Learn : Massage Therapy

INTRODUCTION TO MASSAGE


Massage is one of the oldest healing arts: Chinese records dating back 3,000 years document its use; the ancient Hindus, Persians and Egyptians applied forms of massage for many ailments; and Hippocrates wrote papers recommending the use of rubbing and friction for joint and circulatory problems. Today, the benefits of massage are varied and far-reaching. As an accepted part of many physical rehabilitation programs, massage therapy has also proven beneficial for many chronic conditions, including low back pain, arthritis, bursitis, fatigue, high blood pressure, diabetes, immunity suppression, infertility, smoking cessation, depression, and more. And, as many millions will attest, massage also helps relieve the stress and tension of everyday living that can lead to disease and illness.
So What Is It Exactly?
Massage, bodywork and somatic therapies are defined as the application of various techniques to the muscular structure and soft tissues of the human body. Specifically:
Massage: The application of soft-tissue manipulation techniques to the body, generally intended to reduce stress and fatigue while improving circulation. The many variations of massage account for several different techniques.
Bodywork: Various forms of touch therapies that may use manipulation, movement, and/or repatterning to affect structural changes to the body.
Somatic: Meaning “of the body.” Many times this term is used to denote a body/mind or whole-body approach as distinguished from a physiology-only or environmental perspective.
There are more than 250 variations of massage, bodywork, and somatic therapies and many practitioners utilize multiple techniques. The application of these techniques may include, but is not limited to, stroking, kneading, tapping, compression, vibration, rocking, friction, and pressure to the muscular structure or soft tissues of the human body. This may also include non-forceful passive or active movement and/or application of techniques intended to affect the energetic systems of the body. The use of oils, lotions, and powders may also be included to reduce friction on the skin. Click here for more information on what to expect.
Please note: Massage, bodywork and somatic therapies specifically exclude diagnosis, prescription, manipulation or adjustments of the human skeletal structure, or any other service, procedure or therapy which requires a license to practice orthopedics, physical therapy, podiatry, chiropractic, osteopathy, psychotherapy, acupuncture, or any other profession or branch of medicine

Test Footer

Search in the Hadith
Search:
in
Download | Free Code
www.SearchTruth.com

Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Massage Therapy - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger